Kau adalah bintang di langit hidupku,
Membimbing langkah menuju terangmu.
Setiap sinarmu, hangatkan jiwa yang beku,
Kau adalah cahaya, pelita hatiku.
Verse 1
Dalam gelap yang pekat, aku hampir hilang,
Terjebak dalam sunyi yang begitu panjang.
Tak ada arah, tak ada tujuan,
Hingga kau datang, membawa harapan.
Cahayamu lembut, tapi begitu kuat,
Menyentuh hatiku yang lama membeku berat.
Kau hadir bagai sinar di malam gelapku,
Mengubah duniaku, membawa yang baru.
Kau adalah bintang di langit hidupku,
Membimbing langkah menuju terangmu.
Setiap sinarmu, hangatkan jiwa yang beku,
Kau adalah cahaya, pelita hatiku.
Verse 2]
Langkahku dulu rapuh, hampir menyerah,
Tapi kau bimbing aku, meski jalan penuh lelah.
Kau tak pernah pergi, selalu berdiri di sana,
Menyinari jalanku, walau badai menerpa.
Kau ajarkan arti untuk tetap percaya,
Bahwa gelap hanyalah awal dari cahaya.
Kau bukan hanya bintang, kau adalah arah,
Kompas jiwaku di saat dunia serba salah.
Kau adalah bintang di langit hidupku,
Membimbing langkah menuju terangmu.
Setiap sinarmu, hangatkan jiwa yang beku,
Kau adalah cahaya, pelita hatiku.
Jika malam datang dan aku tersesat,
Kau tetap bersinar, meski dunia penat.
Aku tahu kau ada, selalu setia,
Menyinari jalanku, tak pernah sia-sia.