Kursi-kursi mulai belajar sunyi
Satu per satu tak lagi terisi
Cangkir kopi menua tanpa cerita
Tawa luruh bersama senja
Jam dinding tetap setia berputar
Tak peduli siapa yang telah singgah
Nama-nama tinggal jadi doa
Di udara yang belajar pasrah
Satu persatu cahaya kembali ke asal
Meninggalkan dunia yang fana dan gaduh
Kita yang tersisa, jangan lelah berbekal
Menjadi arti sebelum waktu menutup
Jejak langkah memudar di lantai waktu
Seperti aksara yang dihapus rindu
Kita berdiri di tepi kesadaran
Menatap hidup rapuh dalam keraguan
Napas hari ini masih dipinjamkan
Namun sering lupa dimaknai perlahan
Padahal usia hanyalah titipan
Yang menunggu saat dikembalikan
Satu persatu layar perlahan padam
Menegur jiwa yang terlalu nyaman
Selagi jantung masih memanggil nama-Nya
Mari pulang dengan hidup yang bermakna
Kelak bukan berapa lama kita tinggal
Yang ditanya saat semua usai
Melainkan apa yang kita tanam
Di ladang waktu yang sempit dan singkat
Satu persatu cahaya kembali ke asal
Meninggalkan dunia yang fana dan gaduh
Kita yang tersisa, jangan lelah berbekal
Menjadi arti sebelum waktu menutup
Satu persatu layar perlahan padam
Menegur jiwa yang terlalu nyaman
Selagi jantung masih memanggil nama-Nya
Mari pulang dengan hidup yang bermakna
Kini kami berjalan lebih hening
Menyapa hidup dengan rasa genting
Bila saat itu mengetuk pintu
Semoga kami pulang dengan restu