Kemarin aku memarahimu demi kebaikanmu
Hari ini kau bilang aku terlalu lunak
Katamu aku bertemperamen asli
Kau marah karena empati tak kau miliki
Aku lupa, aku sibuk dan lelah
Kau lupa, kau terlalu tak berperasaan
Aku makan banyak karena nafsu makanku baik
Katamu rakus, sia-sia, berlebihan
Aku rebahan, merenungi hidup
Katamu aku menyerah pada nasibku
Aku tahu caranya menikmati uangku
Katamu boros tak tahu malu
Standar ganda, senjata ampuh kehidupan ganda
Jangan campur aduk neraca dalam dan luar sana
Lencana ganda, pelindung emas serba guna
Salahmu selalu salahku, salahku tetap salahmu
Senyumku tulus dan ceria
Tawamu hampa tanpa jiwa
Tangisku penuh rasa dan makna
Tangismu cuma sandiwara
Aku tak balas pesan karena sibuk bekerja
Kau tak balas pesan, itu sombong katanya
Aku blak-blakan saat hadapi orang
Kau tak beradab saat mengkritik terang-terangan
Diamku itu dalam dan tenang
Diammu disebut kekerasan yang dingin dan tajam
Aku menolak karena prinsipku kuat
Menolak katanya tak tahu beri muka
Standarku kupegang, kutimbang dengan hati
Aku benar dari kiri ke kanan, kau salah segala sisi
Standar ganda, senjata ampuh kehidupan ganda
Jangan campur aduk neraca dalam dan luar sana
Lencana ganda, pelindung emas serba guna
Salahmu selalu salahku, salahku tetap salahmu
Kuingat katamu kemarin sampai hari ini
Kau harus lupa ucapanku detik ini juga nanti
Aku setia dan ingat budi
Katamu aku pendendam hati sempit sekali
Rahasiaku itu privasi
Rahasiamu penuh misteri
Mantanmu cuma salah transfer emosi
Mantanmu bagai bulan putih suci
Aku terlambat karena macet di jalan
Kau terlambat itu tak disiplin dan tak sopan
Aku pulang cepat karena urusan mendesak
Kau pulang cepat itu tak profesional dan payah
Kubilang tak bisa, sudah kucoba semampuku
Kau tak bisa karena malas dan tak serius menurutku
Standar gandaku beda untuk jauh dan dekat
Standar gandamu? Ya tetap saja berlipat-lipat
——Tunggu sebentar
Apa barusan kau bilang tentangku?
Standar ganda?
Berani sekali kau menuduhku begitu
Seberapa baiknya aku selama ini padamu
Tak punya hati nurani, begitu katamu?
Standar ganda, senjata ampuh kehidupan ganda
Jangan campur aduk neraca dalam dan luar sana
Lencana ganda, pelindung emas serba guna
Salahmu selalu salahku, salahku tetap salahmu
Kalau tak puas, masih ada yang ingin kukata
Kenapa kau begitu sensitif saja?
Ah, cuma bercanda... tak apa, ya?