Datang Duluan
Kau berdiri di depan mimbar
Dengan jas yang belum sepadan
Kata-katamu terdengar besar
Tapi tak ada isi yang di sampaikan
Bukan salahmu, mungkin waktunya
Yang datang lebih cepat diperkirakan
Jabatan yang datang duluan
Kedewasaan entah menyusul kapan
Langitmu tinggi, tapi hatimu terhalang angin
Berkuasa, tapi belum layak memimpin
Tanganmu gemetar saat menunjuk
Namun tak pernah belajar menunduk
Cermin datar pun lelah menatap
Wajah terlihat yang belum mantap
Bukan tak bisa, hanya belum sempat
Belajar merendah tidak terlambat
Jabatan yang datang duluan
Kedewasaan entah menyusul kapan
Langitmu tinggi, tapi hatimu terhalang angin
Berkuasa, tapi belum layak memimpin
Kursi empuk tak berarti tinggi
Kalau tak tahu bagaimana cara berdiri
Semua hormat yang kau miliki
Hanya kekosongan yang tanpa arti
Tanganmu gemetar saat menunjuk
Namun tak pernah belajar menunduk
Cermin datar pun lelah menatap
Wajah terlihat yang belum mantap
Bukan tak bisa, hanya belum sempat
Belajar merendah tidak terlambat
Jabatan yang datang duluan
Kedewasaan entah menyusul kapan
Langitmu tinggi, tapi hatimu terhalang angin
Berkuasa, tapi belum layak memimpin
Jabatan yang datang duluan
Tapi kedewasaan tertinggal di jalan
Langitmu tinggi, tapi hati terhalang angin
Berkuasa, tapi tak layak memimpin