Di suatu siang di perjalanan
Bus kota berguncang pelan
Kutatap jendela, kulihat di sana
Perampok bank di tengah kota
Tertangkap polisi, dikerumuni massa
Wajahnya dingin tak ada takutnya
Berani, nekat, seolah juara
Mengambil resiko entah demi siapa
Lalu kulihat rombongan manusia
Membela penggusuran sarang maksiat dunia
Judi, prostitusi, dibela habis-habisan
Entah logika atau kebiasaan
Di layar kaca kulihat si Wiwi
Pidato janji yang manis tapi basi
Mengobral kata, menipu hati
Berdiri gagah demi keserakahan sendiri
Sungguh aku tertegun
Mengapa yang maksiat bisa gagah berani
Sedang yang jujur dan beriman
Kadang ragu, malu berdiri
Berjuang untuk kebenaran
Untuk keadilan, untuk keluarga
Untuk negeri yang kian luka
Untuk agama yang dicinta
Aku tertunduk malu pada Tuhanku
Air mata jatuh di dalam hatiku
Wahai Tuhanku… tolonglah kami
Wahai Tuhanku… tolonglah kami
Tolonglah kami…
Tolonglah kami…