Hei kawan-kawan...
Ayo semua melangkah...
Bawa hati yang lara...
Mampir Cikijing dulu
Pagi pasar sudah ramai...
Suara tawar-menawar campur candaan...
Bajigur hangat mengepul...
Kue Ali pipih manis merayu iman...
Gunung-gunung berdiri melindungi...
Udara segar menembus dada...
Jalan meliuk ikuti sawah...
Hati tenang tak terasa lara...
Heeaa! Hak-e Hak-e!
Kota Cikijing... Majalengka sayang...
Utara selatan ku pulang kembali...
Sekali datang... ingin balik terus...
Kangen suasana... kangen orangnya...
Kota Cikijing... hatiku terpikat...
Senang sedih diceritakan bersama...
Joget bersama... senyum ceria...
Kota Cikijing... tak bisa lupa...
Sore warung di pinggir jalan...
Kopi hitam bersama teman lama...
Anak kecil semua bercanda...
Main bola di lapangan sampai lemas...
Lampu toko mulai menyala...
Pedagang cilok ramai diserbu...
Suara becak... suara motor...
Campur tawa menjadi satu...
Ke mana saja kaki ini melangkah...
Hati kembali pulang ke sini...
Namanya saja yang kecil...
Tapi kenangannya begitu besar...
“Yang jauh pulanglah Nak”...
Suara ibu di dalam pikiran...
Cikijing memikul cerita...
Setiap sudut penuh ingatan...
Kota Cikijing... Majalengka sayang...
Utara selatan ku pulang kembali...
Sekali datang... ingin balik terus...
Kangen suasana... kangen orangnya...