Intro (Lembut)
Rasa…
Tak selalu punya suara…
Verse 1
Ada yang tumbuh diam-diam
Di antara jeda percakapan
Bukan kata, bukan sentuhan
Tapi hangat yang tak terucapkan
Kau duduk di seberang senja
Dengan mata penuh cahaya
Dan aku belajar membaca
Bahasa yang tak pernah diajarkan dunia
Pre-Chorus
Rasa ini pelan-pelan
Mengetuk tanpa paksaan
Tak meminta untuk pulang
Tapi ingin tinggal lebih lama
Chorus
Rasa…
Yang tak tahu harus apa
Saat namamu kusebut dalam doa
Rasa…
Yang tak sempat jadi kata
Tapi tumbuh jadi semesta
Di dada
Verse 2
Kita seperti hujan sore
Datang tanpa aba-aba
Membasahi hati yang lama
Tak percaya pada cinta
Kau tersenyum sederhana
Namun semesta berubah warna
Seolah waktu berhenti sebentar
Memberi ruang untuk merasa
Pre-Chorus 2
Rasa ini tak berteriak
Ia hanya tinggal dan menetap
Di sela napas yang pelan
Dan detak yang tak pernah sama lagi
Chorus (Lebih Besar)
Rasa…
Yang tak tahu harus ke mana
Saat jarak mulai berbicara
Rasa…
Yang tak ingin memaksa
Namun tak ingin hilang begitu saja
Bridge (Lembut → Emosional)
Jika suatu hari
Kita harus menjadi asing lagi
Biarkan rasa ini tinggal
Sebagai cahaya yang tak padam
Karena mencintaimu
Tak selalu tentang memiliki
Kadang cukup
Menjadi tempat pulang dalam sunyi
Final Chorus (Naik / Emosional)
Rasa…
Yang pernah hidup di antara kita
Meski tak sempat jadi cerita
Rasa…
Yang akan tetap ada
Meski dunia berubah arah
Rasa…
Tak selalu harus bersama
Tapi pernah nyata
Dan itu cukup…
Outro (Pelan)
Rasa…
Tak selalu punya suara
Tapi ia tahu
Ke mana harus pulang…