*(Intro)*
Yo, lihat ke sekeliling, dunia ini makin rusak,
Kepalsuan merajalela, ambisi makin beringas.
Elite serakah, rakyat jadi tumbal,
Sementara kita? Hanya bidak di papan catur mereka.
*(Verse 1)*
Matahari terbit, tapi gelap masih lekat,
Di balik layar, topeng-topeng masih melekat,
Mereka jual janji, tapi hati tetap busuk,
Tangan berlumur darah, tapi wajah tetap teduh.
Hukum di tangan mereka jadi permainan,
Siapa kaya, dia bisa tentukan aturan,
Sementara yang kecil makin diinjak,
Mimpi-mimpi hancur, suara kita pun dipatahkan.
*(Pre-Chorus)*
Dunia terbakar, tapi mereka tepuk tangan,
Satu per satu, kebenaran dimusnahkan,
Kita yang teriak malah dianggap pengganggu,
Mereka yang menindas malah naik ke singgasana semu.
*(Chorus)*
Yo, dunia ini palsu, penuh tipu daya,
Kebenaran dipelintir, keadilan tak nyata,
Keserakahan jadi raja, nurani dilupa,
Kita hanya angka dalam sistem yang buta.
*(Verse 2)*
Berita di layar, cuma alat kendali,
Fakta disulap, yang benar jadi salah lagi,
Mereka bilang ini demi masa depan,
Padahal di belakang, mereka rampok semua harapan.
Lihat sudut kota, lihat sudut desa,
Hidup makin susah, harga diri jadi biasa,
Sementara mereka pesta dengan anggur dan kaviar,
Kita makan debu, kerja keras tanpa sadar.
*(Bridge – Slow Down)*
Yo, siapa peduli? Siapa yang lawan?
Satu bersuara, seribu dibungkam,
Tapi selama kita masih bernyanyi,
Mereka nggak bisa matiin nyala api ini!
*(Chorus – Repeat)*
Yo, dunia ini palsu, penuh tipu daya,
Kebenaran dipelintir, keadilan tak nyata,
Keserakahan jadi raja, nurani dilupa,
Kita hanya angka dalam sistem yang buta.
*(Outro – Spoken Word)*
Dunia ini terbakar, tapi kita gak boleh diam,
Mereka bisa tipu, bisa tindas, bisa telan semua,
Tapi selama suara kita masih ada,
Kita bisa buat mereka takut…
Dengarkan ini, perlawanan baru dimulai.