Di jalan malam, angin berlari
Lampu kota temani sunyi
Helm longgar, jaket tipis
Kupacu roda tanpa bisik
Gas ku tarik, hati kosong
Rasanya bebas tapi bohong
Setiap tikungan yang kulewati
Seperti bisik, "Hati-hati..."
Makin ngebut, makin dekat dengan Tuhan
Satu detik bisa rubah tujuan
Antara hidup atau kenangan
Semuanya tipis di kecepatan
Teman bilang, "Pelan aja"
Tapi adrenalin bawa kemana
Kupikir ini cara lari
Dari sepi yang tak kunjung pergi
Makin ngebut, makin dekat dengan Tuhan
Jalan lurus tapi pikiran berbelokkan
Kalau ini bukan akhir perjalanan
Kenapa rasanya kayak perpisahan?
Makin ngebut, makin dekat dengan Tuhan
Bukan satu detik bisa rubah tujuan
Antara hidup, kutemukan arah
Ternyata tenang lebih indah
Makin ngebut, makin dekat dengan Tuhan
Satu detik bisa rubah tujuan
Antara hidup atau kenangan
Semuanya tipis di kecepatan
Teman bilang, "Pelan aja" ta ta ta
Tapi adrenalin bawa kemana
Kupikir ini cara lari
Dari sepi yang tak kunjung pergi
Teman bilang, "Pelan aja"
Tapi adrenalin bawa kemana
Kupikir ini cara lari
Dari sepi yang tak kunjung pergi
Teman bilang, "Pelan aja"
Tapi adrenalin bawa kemana
Kupikir ini cara lari
Dari sepi yang tak kunjung pergi
Teman bilang, "Pelan aja"
Tapi adrenalin bawa kemana
Kupikir ini cara lari
Dari sepi yang tak kunjung pergi
Kupikir ini cara lari
Dari sepi yang tak kunjung pergi
Tak semua yang cepat itu keren
Kadang yang pelan justru bertahan
Bukan takut, hanya sadar
Nyawa bukan alat buat pamer
Makin ngebut, makin dekat dengan Tuhan
Bukan surga yang ku tuju perlahan
Kutarik rem, kutemukan arah
Ternyata tenang lebih indah