Senja pamit pelan, jendela tutup mata,
Bantal jadi awan, mimpi pun bertahta.
Boneka tersenyum, selimut merangkum,
Hari menaruh cerita di pelukan harum.
Hembus napas hangat, dagu pada bahu,
Langit letakkan bulan di atas alismu.
Jika sisa lelah belum mau pergi,
Kuayun bisik, “tenang… mari tidur lagi.”
Senja pamit pelan, jendela tutup mata,
Bantal jadi awan, mimpi pun bertahta.
Boneka tersenyum, selimut merangkum,
Hari menaruh cerita di pelukan harum.
Hembus napas hangat, dagu pada bahu,
Langit letakkan bulan di atas alismu.
Jika sisa lelah belum mau pergi,
Kuayun bisik, “tenang… mari tidur lagi.”
Hitung bintang satu, dua, tiga,
Bisik syukur heningkan jiwa.
Kita bobo peluk senja yang pulang,
Tidur nyenyak mimpi baik datang.
Kita bobo tenang di pelukan,
Besok pagi matahari tersenyum ramah.
Kita bobo peluk senja yang pulang,
Tidur nyenyak mimpi baik datang.
Kita bobo tenang di pelukan,
Besok pagi matahari tersenyum ramah.
Hujan di kejauhan, nyanyikan damai,
Jam berdetak perlahan mengantar lelap santai.
Jika gelap berbisik, “bolehkah singgah?”
Kita sambut ramah jadikan malam teduh.
Di dahi ada cium, di pipi ada kasih,
Di dada ada rumah tempat lelah bersih.
Pejamkan mata, sayang tarik napas lagi,
Esok kita bermain di taman pagi.
Kita bobo peluk senja yang pulang,
Tidur nyenyak mimpi baik datang.
Kita bobo tenang di pelukan,
Besok pagi matahari tersenyum ramah.
Kita bobo peluk senja yang pulang,
Tidur nyenyak mimpi baik datang.
Kita bobo tenang di pelukan,
Besok pagi matahari tersenyum ramah.
“Tenang hangat nyaman tidur,” (2x)
Kita bobo peluk senja yang pulang,
Jika mimpi hujan payungku terbentang.
Kita bobo tenang di pelukan,
Bangun esok senyum wangi matahari datang.