Aduh, kenapa cintaku kayak ledakan mercon
Sekali meledak, hatiku langsung boncos
Tapi anehnya, aku tetep kejar kamu
Padahal kamu itu… dentuman rindu!
Kamu bilang sayang tapi selalu marah
Setiap malam ada nada tinggi di rumah
Katanya cemburu, katanya rindu
Tapi kok rasanya kayak gempa tujuh skala itu?
Aku sabar, aku tahan
Demi cinta, ku lawan
Tapi kamu kayak petasan
Sekali nyala, semua hilang keseimbangan
Cintaku tak tahan dentumanmu
Setiap kata tajammu serasa palu
Kalau cinta itu lembut, kenapa ini keras?
Kita pacaran atau perang bebas?
Kadang kamu manis, kayak teh madu
Besoknya pahit, kayak kopi tanpa gula
Katanya cinta tak butuh alasan
Tapi ini cinta bikin trauma berkelanjutan
Coba tanya angin, siapa yang bertahan
Kalau tiap malam ada teriakan
Tapi giliran kamu diam
Aku malah cari-cari alasan pulang
Gue bukan boneka sabar
Yang terus dipukul tanpa sadar
Kalau cinta itu luka
Kenapa aku selalu mau luka kedua?
Cintaku tak tahan dentumanmu
Tapi hati ini juga milikmu
Gak ngerti harus pergi atau nunggu
Antara waras dan rindu, ku diburu
Cintaku tak tahan dentumanmu
Tapi jiwaku udah terlalu terjebak di kamu
Kalau ini salah, ya udah salah
Yang penting aku pernah jatuh dengan meriah!
“Kalau nanti kita pisah...
Jangan lupa, aku pernah tahan dentumanmu.”