Lyrics
Asap pekat tulis cerita, lampu neon bercahaya maya
Kota ini, rimba beton, penuh intrik dan tanda tanya
Tubuh remuk, jiwa melayang, waktu makan darah dan keringat
Harapan ngilang bagai senja ditelan gelap pekat
Kerasnya hidup ini mengguncang jiwa
Kejamnya kota membakar asa yang lama
Tubuh lelah, semua arah buntu nian
Pikiran goyah, harapanku telah hilang
Bisikan angin malam, suara klakson jadi irama
Langkah berat kaki, dihitung layaknya karma
Jiwa kosong seperti botol bekas di pinggir jalan
Hati bertanya, kapan terang datang menjawab panggilan
Kerasnya hidup ini mengguncang jiwa
Kejamnya kota membakar asa yang lama
Tubuh lelah, semua arah buntu nian
Pikiran goyah, harapanku telah hilang
Remang-remang cahaya, sorotan yang palsu
Sendiri melawan badai, ditemani debu
Matahari bangkit, tapi hangatnya tak sampai
Aku tenggelam, berharap keajaiban menyentuh pantai
Kerasnya hidup ini mengguncang jiwa
Kejamnya kota membakar asa yang lama
Tubuh lelah, semua arah buntu nian
Pikiran goyah, harapanku telah hilang