Bayangan Luka
Suara bisik-bisik di balik tirai
Wajah tak tampak nada ter-urai
Berucap seolah dia paling tahu
Padahal kondisinya penuh pilu
Kelakuan selalu di belakang
Tak kan berani terang-terangan
Menilai semua dari balik layar
Padahal bercermin diri buyar
Karena saat cermin didekat
Pasti menunduk tak sanggup lihat
Menghakimi dari bayang-bayangan
Biasanya takut menatap kebenaran
Berujar sembunyi bukan kebenaran
Karena hati penuh permasalahan
Mereka menyirat dalam kata
Karena tak kuat merasakan luka
Maka gemar menghakimi siapa saja
Itu salah satu cara mengobati derita
Tiap mengecap jadi pelindung
Agar tak ada yang tahu luka dirundung
Sibuklah menguap berita orang
Agar tak terasa sakit menyerang
Tak akan bisa melarikan diri
Dari bayangan yang ikut sampai mati
Menghakimi dari bayang-bayangan
Biasanya takut menatap kebenaran
Berujar sembunyi bukan kebenaran
Karena hati penuh permasalahan
Mereka menyirat dalam kata
Karena tak kuat merasakan luka
Maka gemar menghakimi siapa saja
Itu salah satu cara mengobati derita
]
Begitu pandai menilai semua
Lebih mudah dari sembuhkan luka
Coba beranilah sekali saja
Tatap cerminmu dan berdamai rasa
Tiap mengecap jadi pelindung
Agar tak ada yang tahu luka dirundung
Sibuklah menguap berita orang
Agar tak terasa sakit menyerang
Tak akan bisa melarikan diri
Dari bayangan yang ikut sampai mati
Menghakimi dari bayang-bayangan
Biasanya takut menatap kebenaran
Berujar sembunyi bukan kebenaran
Karena hati penuh permasalahan
Yang gemar menghakimi dari bayang-bayang
Bukan karena kuat, tapi karena bimbang
Takut menghadapi diri sendiri
Jadi sibuk mencaci tanpa henti
Bayang-bayang tak bisa di rumah
Jika cermin kau tak mau jamah...