Cinta lama, datang tanpa aba-aba
Manisnya masih sama, tapi pedasnya juga terasa...
Kita dulu pernah jadi
Cerita yang nyaris abadi
Tapi waktu dan ego
Pisahkan dua hati ini
Sekarang kamu datang lagi
Bawa senyum dan janji-janji
Katamu “sudah beda sekarang”
Tapi aku belum lupa yang kemarin
Cinta lama rasa garam manis
Ada tawa tapi juga tangis
Kamu datang lagi bawa harapan
Tapi luka dulu belum sembuh pelan
Cinta lama rasa kopi hitam
Pahitnya lama, manisnya dalam
Kalau kamu serius kali ini
Tolong jangan buat aku jatuh… lalu pergi
Kita tertawa di tempat biasa
Kayak dulu, tapi ada jarak di dada
Kamu bilang semua berubah
Tapi matamu masih penuh rahasia
Aku belajar dari sakit
Bahwa cinta tak cukup manis
Kita perlu waktu dan bukti
Bukan cuma kata dan selfie
Kita ini…
Seperti teh tarik:
Dicampur terus, lalu dituang tinggi
Tapi tetap, manisnya bisa berubah jadi perih
Cinta lama rasa garam manis
Tak lagi polos seperti habis nangis
Kalau mau mulai lagi
Ayo jujur, ayo pelan, ayo saling tahan diri
Cinta lama rasa martabak dua rasa
Enak sih, tapi tetap bikin was-was
Kamu datang sebagai kenangan
Tapi jangan tinggalin aku sebagai luka baru
Cinta lama memang menggoda
Tapi yang kupilih:
Cinta yang tidak mengulang luka...