Ada namamu di setiap pagi
Meski tak pernah lagi kau di sini
Kopi pahit mengingatkan cara
Kau dulu menatapku tanpa suara
Waktu mencoba membujuk hatiku
Tapi rindu tak bisa dibohongi
Setiap hari adalah pengulangan
Dari kehilangan yang sama, perlahan
Sudah kututup semua lagu
Sudah kubakar semua foto
Tapi rindu tak butuh bukti
Ia tinggal, tak peduli logika hati
Aku terlalu rindu untuk lupa
Terlalu dalam untuk hanya reda
Kamu bukan hanya kenangan
Kamu adalah bagian dari napas dan hujan
Langit menyimpan terlalu banyak
Sisa langkah kita yang tak sempat
Aku menulis bait tanpa ujung
Karena kamu tak pernah sungguh hilang
Bahkan bayanganmu pun tak pudar
Di sela mimpi atau saat sadar
Aku memanggil dalam diam
Karena rinduku takut ditertawakan malam
Aku terlalu rindu untuk lupa
Namamu menyelinap dalam doa
Meski tak kupinta datang kembali
Hatiku tak bisa berdamai, tak bisa lari
Jika rindu bisa punya tubuh
Mungkin aku sudah tenggelam penuh
Jika lupa adalah pintu
Maka kuncinya hilang sejak kamu
alu rindu untuk lupa
Dan hatiku tak ingin berhenti merasa
Karena di tiap sunyi dan hujan yang turun
Kamu masih jadi tempat rinduku berlindung