Verse 1
Jarak seperti lautan, gelombang menutup pandang,
Berita datang perlahan, menunda semua pulang.
Kupeluk doa di dada, agar hatimu terjaga,
Di badai yang panjang ini, semoga kita tetap percaya.
Pre-Chorus
Jika angin kejam, biar namamu jadi pelabuhan,
Kukirim salam lewat langit yang sama.
Chorus
Di badai rindu, aku mengingat dirimu,
Agar cinta ini tak hanyut, tak rapuh.
Kalau esok baru reda, kubawa kamu ke rumah,
Sampai hujan hanya jadi cerita.
Di badai rindu, kubiarkan hati mengingat mu,
Biar tenang tumbuh di tengah gaduh.
Post
Hembuskan tenang, hatiku pulang.
Hembuskan tenang, rinduku sayang.
Verse 2
Kabar yang kutunggu, seperti lampu di kejauhan,
Kadang redup, kadang terang, mengajari kesabaran.
Kalau harus menunggu, biarlah malam yang panjang,
Kunikmati tiap detik, agar syukurku tak hilang.
Pre-Chorus
Jika angin kejam, biar namamu jadi pelabuhan,
Kukirim salam lewat langit yang sama.
Chorus
Di badai rindu, aku mengingat dirimu,
Agar cinta ini tak hanyut, tak rapuh.
Kalau esok baru reda, kubawa kamu ke rumah,
Sampai hujan hanya jadi cerita.
Di badai rindu, kubiarkan hati mengingat mu,
Biar tenang tumbuh di tengah gaduh.
Bridge
Tenang… tenanglah jiwaku,
Setiap ombak ada ujungnya.
Tenang… tenanglah rinduku,
Setiap doa ada pintunya.
Final Double Chorus
Di badai rindu, aku mengingat dirimu,
Agar cinta ini tak hanyut, tak rapuh.
Kalau esok baru reda, kubawa kamu ke rumah,
Sampai hujan hanya jadi cerita.
Di badai rindu, kubiarkan hati mengingat mu,
Biar tenang tumbuh di tengah gaduh.
Di badai rindu aku mengingat dirimu,
Dan kau pulang saat langit biru.