Verse 1
Mesin absen berdengung, gerbang kantor berputar
Kartu menatap jam tujuh, langkah tak lagi gemetar
Lift ke lantai harapan, catat tugas satu-satu
Kopi kecil di saku, doa ibu di kalbu
Pre-Chorus
Kutarik garis target, serapi nafas yang terukur
Kalau lelah mendekat, kusapa: “tunggu sebentar, aku jujur”
Chorus
Absensi pagi, ambisi tinggi,
Lelah dibayar hari demi hari.
Mesin berbunyi, tekad berdiri,
Mimpi tak kecil, hanya rapi.
Post-Chorus
Tak padam… tak padam… mimpi tetap jalan
Verse 2
Rapat padat, e-mail deras, detik melaju berbaris
Kusisakan ruang untuk ide, tak kubiarkan habis
Saat pulang, kutata ulang, rencana menyala lagi
Besok pagi kuketuk pintu—rezeki suka yang berani
Pre-Chorus
Kuhitung langkah tenang, bukan langkah yang tergesa
Yang penting maju terus—pelan tepat, tetap bisa
Chorus
Absensi pagi, ambisi tinggi…
Bridge
Mesin absen bukan palang—aku yang pegang kemudi
Kalau jatuh, bangun pulang—ambisi ini berbudi
Pelan naik, naik pelan—hari-hari jadi kawan
Saat sirene jam berdering—tekadku tetap bertahan
Final Chorus
Absensi pagi, ambisi tinggi…
Outro
Lelah dibayar—hari demi hari