Kereta biasa, tempat duduk biasa
Kamu di samping, aku tak tahu namamu
Matamu sibuk menatap layar ponsel
Pagi tanpa kata, terus berlanjut
Tapi saat kuangkat wajahku sejenak
Ada angin yang berbeda menerpa
Langit kota tersapu sinar fajar
Ternyata ada warna seperti ini
Pemandangan yang selama ini terlewat
Menggetarkan hatiku
Tak kusangka… tak kusangka
Cahaya terbentang di balik jendela
Bahkan bayangan gedung menari-nari
Aku yang hanya menatap kaki sendiri
Ternyata dunia bisa seindah ini
Pemandangan hari-hari itu terasa berbeda
Pagi baru kini ada di sini
Langit kota tersapu sinar fajar
Ternyata ada warna seperti ini
Pemandangan yang selama ini terlewat
Menggetarkan hatiku
Tak kusangka… tak kusangka