Kegelapan, yang tak pernah pergi,
Doa, berbisik di ruang kosong,
Diam, menjawab setiap jeritan,
Hilang, harapan yang pernah hidup.
Janji, yang tak pernah terwujud,
Senyap, menggantikan setiap doa,
Iman, runtuh dalam keraguan,
Hampa, di balik setiap kata.
Luka yang tak tersembuhkan,
Kosongnya surga di depan,
Menenggelamkan harapan,
Dalam mimpi yang hilang.
Semua kini memudar,
Hilang tanpa suara,
Dibiarkan tanpa jawab,
Di kesunyian yang dalam.
Kegelapan, yang terus mengintai,
Doa, menggema di ruang hampa,
Sepi, menjawab setiap bisikan,
Lenyap, harapan yang dulu ada.
Janji, yang terus terabaikan,
Senyap, menggantikan setiap seruan,
Iman, retak dalam keraguan,
Kosong, di balik tiap kata
Luka yang tak tersembuhkan,
Kosongnya surga di depan,
Menenggelamkan harapan,
Dalam mimpi yang hilang.
Semua kini memudar,
Hilang tanpa suara,
Dibiarkan tanpa jawab,
Di kesunyian yang dalam.
Kegelapan, yang tak pernah pergi,
Doa, berbisik di ruang kosong,
Diam, menjawab setiap jeritan,
Hilang, harapan yang pernah hidup.
Janji, yang tak pernah terwujud,
Senyap, menggantikan setiap doa,
Iman, runtuh dalam keraguan,
Hampa, di balik setiap kata.
Kegelapan, yang terus mengintai,
Doa, menggema di ruang hampa,
Sepi, menjawab setiap bisikan,
Lenyap, harapan yang dulu ada.
Janji, yang terus terabaikan,
Senyap, menggantikan setiap seruan,
Iman, retak dalam keraguan,
Kosong, di balik tiap kata
Luka yang tak tersembuhkan,
Kosongnya surga di depan,
Menenggelamkan harapan,
Dalam mimpi yang hilang.
Sakit yang tak terhapuskan,
Jauh surga di angan,
Melemaskan tiap harapan,
Di dalam mimpi sirna.
Semua kini memudar,
Hilang tanpa suara,
Dibiarkan tanpa jawab,
Di kesunyian yang dalam.
Segalanya pudar,
Lenyap tanpa kata,
Terlantar tanpa balasan,
Di kedalaman sunyi.