Harta tak dibawa mati…
Saudara tak terganti…
Saat ayah pergi kembali
Tanpa harta yang dibawa
Rumah sunyi penuh sepi
Tinggal kenangan tersisa…
Tapi tiba datang masalah
Semua ingin menguasai
Senyum manis berubah marah
Hati jadi penuh dengki…
Oh Tuhan mengapa begini?
Darah daging saling sakiti…
Rebut warisan, putus saudara
Kubur menangis penuh derita
Harta haram takkan bahagia
Dapat banyak, hatimu sengsara
Rebut warisan, hilang keluarga
Doa terhenti, berkah pun sirna
Apa arti rumah megah
Jika jiwa gelap tak ada cahaya?
Teringat pesan orang tua
“Jangan serakah, jangan buta…”
Dunia manis sementara
Sisanya pedih di neraka…
Yang dulu saling bergandengan
Kini berbalik jadi lawan
Tatap mata penuh curiga
Tidak ada lagi kepercayaan…
Ya Allah lindungi hati
Dari gelapnya harta duniawi…
Rebut warisan, putus saudara
Kubur menangis penuh derita
Harta haram takkan bahagia
Dapat banyak, hidup tak sejahtera
Saudara jangan saling benci
Rezeki Tuhan takkan tertukar
Warisan halal bawa tenang
Haram hanya bawa murka…
Harta hilang, Bisa Di cari
Saudara hilang? tiada ganti
Mulut manis tipu dunia
Doanya hilang, hidup merana…
Rebut warisan, gelap keluarga
Kubur orang tua basah air mata
Warisan halal jadi cahaya
Warisan haram hitamkan nyawa…
Saat liang lahat tertutup tanah
Tinggal dosa, tinggal salah…
Semua kembali tanpa harta…
Saudara hilang… siapa yang ada?