Langit menjadi kelabu, penuh air mata,
Anak-anak hilang tanpa jejak,
Kehidupan yang tak pernah sama,
Semua yang indah kini runtuh dalam sekejap.
Akibat perang, dunia hancur,
Kehilangan tak terlukiskan,
Kedamaian hanya jadi mimpi,
Di antara puing-puing dan darah yang tumpah.
Tanah yang dulu subur, kini tandus,
Suara tawa hilang, diganti tangis,
Mimpi-mimpi yang terkubur dalam debu,
Jiwa yang terluka tak bisa sembuh.
Akibat perang, hati remuk,
Kehilangan tak terbayangkan,
Di tengah reruntuhan yang tersisa,
Hanya doa yang bisa menyembuhkan.
Akibat perang, dunia hancur,
Kehilangan tak terlukiskan,
Kedamaian hanya jadi mimpi,
Di antara puing-puing dan darah yang tumpah.