Verse 1
Kita pernah janji, di bawah langit yang sama,
Kau bilang “tenang saja”, aku bilang “aku percaya”.
Namun waktu menguji, kabar datang tak terduga,
Antara mimpi dan restu, mana yang harus dijaga?
Pre-Chorus
Kalau hari ini tak memihak kita,
Bukan berarti cinta kalah suara.
Chorus
Bila aku bukan hati yang Kau pilih,
Ajari aku merelakan dengan kasih.
Jika takdir menulis jalan berbeda,
Kuintip bahagia dari jauh saja.
Bila aku bukan hati yang Kau pilih,
Kudoakan rumahmu selalu teduh bersih.
Post Chorust
Oh… kuikhlaskan, kuikhlaskan dengan kasih.
Oh… kupercaya, semua indah pada waktunya.
Verse 2
Kulepaskan genggam, bukan berarti menyerah,
Setiap nama yang kucinta, kubalas dengan berkah.
Tak semua air mata perlu dilihat dunia,
Cukup Tuhan yang tahu kenapa hatiku rela.
Pre-Chorus
Kalau hari ini tak memihak kita,
Bukan berarti cinta kehilangan makna.
Chorus
Bila aku bukan hati yang Kau pilih,
Ajari aku merelakan dengan kasih.
Jika takdir menulis jalan berbeda,
Kuintip bahagia dari jauh saja.
Bila aku bukan hati yang Kau pilih,
Kudoakan rumahmu selalu teduh bersih.
Verse 3
Kita pernah janji, di bawah langit yang sama,
Setiap nama yang kucinta, kubalas dengan berkah.
Pre-Chorus
Kalau hari ini tak memihak kita,
Bukan berarti cinta kehilangan makna.
Chorus
Bila aku bukan hati yang Kau pilih,
Ajari aku merelakan dengan kasih.
Jika takdir menulis jalan berbeda,
Kuintip bahagia dari jauh saja.
Bila aku bukan hati yang Kau pilih,
Kudoakan rumahmu selalu teduh bersih.
Bridge/Break
Pelan kulihat namamu di udara,
Kusimpan rindu jadi doa.
Jika esok kau pulang bersama cahaya,
Kuterima apa pun jawabnya.
Final Double Chorus
Bila aku bukan hati yang Kau pilih,
Ajari aku merelakan dengan kasih.
Jika takdir menulis jalan berbeda,
Kuintip bahagia dari jauh saja.
Bila aku bukan hati yang Kau pilih,
Kudoakan rumahmu selalu teduh bersih.
Bila aku bukan hati yang Kau pilih,
Biarlah restu jadi akhir yang paling indah.