Asap membumbung di atas Jakarta
Tangis pecah di reruntuhan harapan
Wajah-wajah luka di balik etalase
Ketika bangsa membakar dirinya sendiri
Ibu menangis, anaknya tak pulang
Gedung-gedung riuh, tapi sunyi di dalam
Keadilan tak datang, hukum menghilang
Luka dibayar dengan darah dan arang
Katanya ini reformasi
Tapi mengapa kami masih dibakar rasis?
Katanya ini demokrasi
Tapi suara kami mati, tertelan krisis
Ini luka yang bukan fiksi
Ini neraka di negeri sendiri
Bukan hanya soal politik
Ini jerit kaum kecil yang terus dikorbankan
Tahun itu bukan sekadar angka
Itu arwah yang belum diterima
Di rapat-rapat mereka diam
Tapi di hati kami, luka tetap dalam
Di jalan-jalan penuh bara
Kami bukan massa, kami manusia
Yang dipukul, dibakar, disiksa
Karena berbeda rupa dan nama
Ini luka yang bukan fiksi
Ini neraka di negeri sendiri
Bukan hanya soal politik
Ini jerit kaum kecil yang terus dikorbankan