Mata sayu sudah lelah, bantal panggil peluk,
Selimut jadi pelangi, hangatkan tubuh.
Awan kecil di jendela, bawa cerita,
Kapal mimpi menjemputmu berlayar segera.
Jam berdetak pelan tak perlu terburu,
Hari menaruh langkahmu di pangkuanku.
Kupeluk tenangmu sampai esok tiba,
Hening menari di ujung mata.
Hitung bintang: satu dua tiga,
Tarik napas, hembuskan lega.
Tidurlah, sayang peluk pagi nanti,
Bangun tertawa langkah pun berani.
Tidurlah, damai letakkan hari,
Besok kita main lagi.
Di luar hujan bernyanyi, mengetuk jendela,
Di dalam hati teduh, nyala lilin kecilnya.
Mimpi itu taman luas, ayunan melambai,
Burung pagi janji datang, menyapa ramai.
Tutup cerita sore simpan di buku,
Kita lanjut besok saat mentari tumbuh.
Kini pejam perlahan, bahu pada bahu,
Pagi menunggu dengan peluk baru.
Hitung bintang: satu dua tiga,
Tarik napas, hembuskan lega.
Tidurlah, sayang peluk pagi nanti,
Bangun tertawa langkah pun berani.
Tidurlah, damai letakkan hari,
Besok kita main lagi.
“Pejam napas damai nyenyak,”
Hening berbisik: “Sampai pagi…”
Tidurlah, sayang peluk pagi nanti,
Bangun tertawa langkah pun berani.
Tidurlah, damai letakkan hari,
Besok kita main lagi.
Tidurlah, sayang peluk pagi nanti,
Jika mimpi hujan payungku di sini.
Bangunlah ceria senyum peluk pagi,
Melangkah ringan hari baru menari.