Kau tidur di bahuku, tapi mimpimu bukan tentangku
Ada bayang lain yang kau sembunyikan di sela napasmu
Aku menghitung jarak yang tak pernah terlihat
Antara kulitmu yang dekat, dan hatimu yang tak bisa kupegang erat
Di matamu ada senja yang tak mengenal namaku
Seakan aku hanya singgah, bukan pulang bagimu
Kau tertawa kecil, tapi retaknya terdengar jelas
Aku hanya rumah singkat, tempatmu menaruh lelah yang tak lepas
Dan aku pun diam,
menjaga hati yang kau sisakan separuh
Walau kutahu,
di relungmu ada nama lain yang tak pernah luruh
Antara aku dan dia,
kau hidup seperti dua cahaya
Ragamu di sini, tapi jiwamu mengembara
Aku memelukmu,
tapi dinginmu tak pernah reda
Oh, betapa sakit mencintai seseorang
yang hatinya pulang pada dia
Setiap malam aku menyulam tanya
Mengapa kau bertahan bila hatimu tak pernah tiba?
Aku menunggu jawaban yang selalu kabur
Seperti bayanganmu—
hadir untukku, namun warnanya milik orang lain dulu
Jika cinta ini sebuah jalan,
aku berjalan tanpa kau lihat
Jika aku ini hujan,
kau berkaca pada jendela,
bukan padaku yang jatuh di jemari rapuhmu
Aku letih menjadi tempatmu kembali
Saat yang kau cari tetap dia,
meski kau genggam tanganku dalam sunyi
Antara aku dan dia,
kau membagi napas dengan begitu berbeda
Aku mencoba menjadi cahaya,
tapi namanya tetap yang kau jaga
Dan betapa getir rasanya
mencintai seseorang
yang hatinya tak pernah berubah arah
Bila suatu hari kau pergi,
biarlah luka ini tetap tinggal pada namaku
Karena sejak awal aku tahu—
kau bersamaku hanya di dunia yang terlihat
Tapi cintamu…
selalu hidup di tempat aku tak pernah bisa menyentuhnya