**"Rocky Gerung Akal sehat filsafat"**
*(Verse 1)*
Dari ruang kuliah yang sunyi,
**Rocky Gerung** memilih jalan berpikir tinggi,
Bukan ilmu politik yang dipilihnya,
Tapi filsafat, dunia yang penuh makna.
Dekat dengan mereka yang berjuang,
Sosialisme jadi bahasa bintang,
Hariman, Marsillam, sejalan,
Membentuk pemikiran yang takkan hilang.
*(Chorus)*
Di atas tebing-tebing akal sehat,
**Rocky Gerung** mendaki, tak pernah mundur sejenak,
Mengajar, menulis, menyuarakan hak,
Di tengah badai kritik yang tak terelak.
*(Verse 2)*
Setara dan demokrasi jadi pijakannya,
Bersama mereka yang membela jiwa,
Partai politik sempat disentuhnya,
Namun filsafat, tetap bintang arahannya.
**Rocky Gerung** mengajar di kelas, berpikir di luar,
Menghidupkan akal di setiap tikungan suar,
Berjuang lewat kata, lewat logika,
Menggugah hati yang sering terlupa.
*(Chorus)*
Di atas tebing-tebing akal sehat,
**Rocky Gerung** mendaki, tak pernah mundur sejenak,
Mengajar, menulis, menyuarakan hak,
Di tengah badai kritik yang tak terelak.
*(Bridge)*
Kitab suci disebutnya fiksi,
Kontroversi tak jadi ilusi,
Kata-kata memicu aksi,
Namun akal sehat tetap murni.
*(Chorus)*
Di atas tebing-tebing akal sehat,
**Rocky Gerung** mendaki, tak pernah mundur sejenak,
Mengajar, menulis, menyuarakan hak,
Di tengah badai kritik yang tak terelak.
*(Outro)*
Kini dia tetap berdiri tegak,
Dengan pikiran yang tak pernah beranjak,
Filsafat, demokrasi, dan hak asasi,
Jadi warisan bagi yang mengerti.