Verse 1
Malam menetes dari langit yang retak
Doa-doaku gugur sebelum berangkat
Aku duduk di tepi waktu yang patah
Menunggu jam belajar menyerah
Langkahmu dulu adalah arah
Kini hanya gema yang lelah
Namamu berpendar di udara
Seperti luka yang tak berdarah
Pre-Chorus
Aku memanggilmu dalam diam
Seperti hujan memanggil awan pulang
Tapi semesta terlalu lapang
Untuk dua hati yang terlanjur hilang
Chorus
Jika rindu punya suara
Ia menjerit di dadaku
Memecahkan sunyi yang kupelihara
Sejak kau tak lagi di situ
Jika rindu punya warna
Ia kelabu yang basah
Tak hitam dan tak bercahaya
Hanya bayang yang tak pernah lelah
Verse 2
Kita pernah menjadi laut
Namun ombak tak kembali ke pantai
Kau adalah musim yang singgah
Lalu pergi tanpa pamit baik-baik
Aku memeluk sisa cahaya
Yang jatuh dari kenangan
Setiap detiknya terasa
Seperti perpisahan yang diulang
Pre-Chorus 2
Kupeluk bayangmu yang rapuh
Seperti angin memeluk debu
Tak terlihat namun utuh
Tak tergenggam namun menusuk
Chorus (lebih emosional)
Jika rindu punya suara
Ia memanggil namamu pelan
Di lorong dada yang hampa
Tanpa pernah kau dengar jawaban
Jika rindu punya mata
Ia basah setiap malam
Menatap pintu yang tertutup
Menunggu yang takkan datang
Bridge (pelan, intim)
Barangkali cinta bukan tentang tinggal
Tapi tentang belajar tanggal
Dari hati yang terlalu dalam
Tanpa benar-benar karam
Final Chorus (climax)
Jika rindu harus bersuara
Biarlah pecah malam ini
Tak ingin lagi kupendam sendiri
Di antara napas yang hampir pergi
Jika rindu harus berakhir
Biarlah aku yang menguburnya
Di tanah kenangan paling sunyi
Agar esok aku bisa berdiri
Outro (pendek, redup)
Kini rindu tak lagi memanggil
Ia hanya tinggal sunyi…
Yang perlahan
Belajar pergi.