Selimut jadi pelukan, hangatkan bahu,
Awan duduk di jendela, ceritakan syahdu.
Langkah hari kita simpan di saku,
Biar mimpi yang menuntun langkahmu.
Di dinding jam berbisik pelan,
Angin menyisir rambut perlahan.
Di dalam dada, detak menuntun,
“Rebahkan lelah, pejamkan mata, tenang.”
Selimut jadi pelukan, hangatkan bahu,
Awan duduk di jendela, ceritakan syahdu.
Langkah hari kita simpan di saku,
Biar mimpi yang menuntun langkahmu.
Di dinding jam berbisik pelan,
Angin menyisir rambut perlahan.
Di dalam dada, detak menuntun,
“Rebahkan lelah, pejamkan mata, tenang.”
Tarik napas hembuskan damai,
Doa kecil menjaga malam.
Tutup mata, sayang bintang jaga malam,
Besok pagi senyum hari pun tentram.
Jika gelap datang peluk damai perlahan,
Bintang di atas bantal menyala di pelukan.
Tutup mata, sayang bintang jaga malam,
Besok pagi senyum hari pun tentram.
Jika gelap datang peluk damai perlahan,
Bintang di atas bantal menyala di pelukan.
Hujan mengetuk atap seperti lagu,
Kupu mimpi menari di pelupukmu.
Tirai menutup, dunia memejam,
Hangat pelukan jadi rumah tenang.
Jika ada sisa takut kecil,
Taruh di telapak tiup jadi lilin,
Cahaya lembut menuntun tidur,
“Esok jumpa tawa yang subur.”
Tarik napas hembuskan damai,
Doa kecil menjaga malam.
Tutup mata, sayang bintang jaga malam,
Besok pagi senyum hari pun tentram.
Jika gelap datang peluk damai perlahan,
Bintang di atas bantal menyala di pelukan.
“Takut hilang berani datang,
Gelap tenang bintang terang.”
Tutup mata, sayang bintang jaga malam,
Besok pagi senyum hari pun tentram.
Jika mimpi hujan payungku kupasang,
Bintang di atas bantal pelukmu kubentang.