di bawah langit yang menguning perlahan
aku menatapmu, diam-diam mematri harapan
rambutmu tertiup waktu yang pelan
namun senyummu tak pernah berkurang keindahan
tak butuh janji yang diucap keras
cukup genggamanmu yang tak pernah lepas
dari pagi yang muda hingga senja merambat
aku ingin tetap di sisimu yang hangat
tak harus indah semua cerita
asal bersamamu, semua luka bisa reda
ku ingin menua bersamamu
saat langkah tak lagi cepat, saat dunia mulai redup
menyeruput teh dalam diam, menertawakan hal yang sama
meski tubuh melemah, cintaku tetap kuat adanya
akan kubaca matamu saat lupa datang
akan kugenggam hatimu saat ingatan menghilang
karena cinta tak perlu muda untuk bersinar
ia hanya butuh tempat untuk terus benar
dan jika esok ku pergi lebih dulu darimu
ku titip rindu di bawah pohon yang selalu kau tuju
namun bila kau yang pergi lebih awal dariku
ku kan setia menunggu, di sisa waktuku
ku ingin menua bersamamu
meski tubuh renta, hatiku tetap satu
mendengar napasmu dalam tidur yang sunyi
adalah lagu yang ingin kudengar sampai mati
ku ingin menua bersamamu
di rumah kecil dengan jendela biru
melihat langit dan daun gugur pelan
bersyukur tiap pagi, karena kau masih di sampingku
“Jika nanti aku tak mampu berkata,
ingatlah… aku pernah memilihmu,
dan tak pernah ingin berpaling dari itu.”