“Hujan turun di koridor tua,
seragam basah menempel di dada,
langkahmu hilang di antara pintu,
tinggal bayangan di lorong waktu.”
“Kertas kusam di saku bajumu,
tertulis rindu yang tak pernah sampai,
namamu tergores di buku sekolah,
tapi tak sempat kuberi padamu.”
“Seragam basah jadi saksi,
koridor sekolah menyimpan janji,
kau berlalu tanpa kembali,
cinta terdiam di hati ini.”
“Tangga kayu berderit perlahan,
air mata jatuh di malam sunyi,
lampu redup menyapu ruang kelas,
menggurat luka yang tak terucap.”
“Aku pernah menuliskan namamu,
di halaman buku teknik,
aku pernah menunggu di koridor ini,
tapi suaramu tak pernah menjawab.”
“Seragam basah jadi saksi,
koridor sekolah menyimpan janji,
kau berlalu tanpa kembali,
cinta terdiam di hati ini.”