Pelukku selimut hangat, malam jadi sahabat,
Awan naik ke jendela, bawa cerita lembut.
Tutup tirai pelan-pelan, sayap mimpi dibentang,
Kupu-kupu kantuk datang, hinggap di pelupukmu.
Bantal bisik “tidurlah”, boneka tersenyum ramah,
Langit taruh bulan tipis di atas alismu.
Di dadaku detak halus, nyanyikan langkah arus,
Kapal kecil menepi di teluk lelapmu.
Tarik napas hembus pelan, doa kecil di dada,
“Besok pagi kita main” tenanglah sekarang.
Tutup mata, sayang bintang peluk mimpi,
Besok pagi senyum matahari bernyanyi.
Tidurlah yang nyaman rindu pun menepi,
Peluk malam damai sampai fajar datang lagi.
Jam berdetak pelan, hujan bisikkan damai,
Senja pamit perlahan, malam pun mengayun.
Di luar angin berlayar di sini hati teduh,
Langkah hari kau letakkan, jadi bintang baru.
Tirai angkasa menutup kelopak mata ikut,
Rona pipi seperti mawar yang dipeluk embun.
Aku jaga di sisimu, sampai langit biru,
Sampai burung pagi datang mengetuk pintu.
Tarik napas hembus pelan, doa kecil di dada,
“Besok pagi kita main” tenanglah sekarang.
Tutup mata, sayang bintang peluk mimpi,
Besok pagi senyum matahari bernyanyi.
Tidurlah yang nyaman rindu pun menepi,
Peluk malam damai sampai fajar datang lagi.
“Tenang hangat nyaman tidur,”
“Tenang hangat nyaman tidur,”
Tutup mata, sayang bintang peluk mimpi,
Besok pagi senyum matahari bernyanyi.
Tidurlah yang nyaman rindu pun menepi,
Peluk malam damai sampai fajar datang lagi.
Tutup mata, sayang bintang peluk mimpi,
Besok pagi senyum matahari bernyanyi.
Jika mimpi hujan payungku di sini,
Peluk sampai pagi kau bangun tersenyum lagi.