Datang dari timur, katanya merakyat
Tapi lidahmu tajam, janji jadi senjata
Di panggung demokrasi, jadi selebriti
Tiap kalimatmu trending, tapi kosong isi
Netizen bilang kau raja drama
Bicara lantang, hasilnya mana?
Baju sederhana, urat penuh kuasa
Katanya pro rakyat, tapi beda gaya
Hei Bahlul, suara langit atau elit?
Kursi panasmu itu, warisan atau kredit?
Hei Bahlul, kau pengatur peta tambang
Suara kerasmu, cuma nyaring kosong?
Bisnismu tumbuh, katanya dari nol
Tapi rumor bilang, relasimu modal
Lempar pujian ke istana megah
Di balik senyum, adakah yang resah?
Satu kata dua makna — “izin dipercepat”
Rakyat cuma nonton, tanahnya terangkat
Pro investasi tapi yang untung siapa?!
Bangun gedung tinggi, tapi nurani hampa!
Katamu demi bangsa
Tapi siapa yang kau jaga?
Ladang emas, hutan habis
Kau diam… lalu tertawakan kami?
Hei Bahlul, suara langit atau elite?
Kursi panasmu itu, warisan atau kredit?
Hei Bahlul,, kau pengatur peta tambang
Kau wakil siapa… kami atau tuan uang?
Kau naik dari bawah, tapi lihat ke atas
Kami di sini... tertinggal di begal
Hei Bahlul, suara langit atau elite?
Kursi panasmu itu, warisan atau kredit?
Hei Bahlul,, kau pengatur peta tambang
Kau wakil siapa… kami atau tuan uang?
Kau naik dari bawah, tapi lihat ke atas
Kami di sini... tertinggal di begal