Aku Yang Terluka, Kenapa Kau Yang Mengaduh
Kau berbicara seolah kau terbakar
Padahal bara ini di dada membakar
Kau menangis seperti kau terhempas
Sementara aku tertindih bebanmu keras
Langkahku gemetar, kau bersuara lantang
Sakitku menjalar, kau teriak memecah ruang
Aku yang terluka, kenapa kau yang mengaduh
Darahku bersimbah, kau seakan berpeluh
Kau rebut panggung derita yang jujur
Padahal bukan kau yang nyata hancur
Lihat tubuhku, lebam dan membiru
Tapi kau yang sibuk merajuk pilu
Kau peluk simpati tanpa luka menganga
Sementara aku...yang menghalau singa
Kau rebut terang di saat gelapku
Berpura luka yang bukan milikmu
Aku yang terluka, kenapa kau yang mengaduh
Darahku bersimbah, kau seakan berpeluh
Kau rebut panggung derita yang jujur
Padahal bukan kau yang nyata hancur
Mungkin kau butuh pencitraan
Mungkin deritaku untuk percobaan
Tapi luka ini nyata membuat susah
Kau hanya penonton yang seolah berdarah
Lihat tubuhku, lebam dan membiru
Tapi kau yang sibuk merajuk pilu
Kau peluk simpati tanpa luka menganga
Sementara aku...yang menghalau singa
Kau rebut terang di saat gelapku
Berpura luka yang bukan milikmu
Aku yang terluka, kenapa kau yang mengaduh
Darahku bersimbah, kau seakan berpeluh
Kau rebut panggung derita yang jujur
Padahal bukan kau yang nyata hancur
Aku yang terluka, kenapa kau yang mengaduh
Kau bersandiwara, di atas nadi yang beku
Kau menari dalam tangisan palsu
Padahal yang sekarat itu adalah diriku
Aku yang terluka...
Kau yang mengaduh...