Semakin Terlena
Darah tumpah di tanah asing
Disini asik tak ambil pusing
Jerit pertolongan tembus buana
Sementara kita tertawa di pesta
Ada yang bertahan di ujung napas
Disini terjebak dalam rak perkakas
Di sana tengah bertarung nyawa
Di sini masih lalai tanpa perasa
Mereka sibuk angkat senjata
Kita sibuk mengejar dunia fana
Dunia ini kepalsuan semata
Dan kita pun semakin terlena
Ada orang kehilangan keluarganya
Saat kita resah tak bisa belanja
Saat ada peluru menembus dada
Disini sibuk dengan filter wajah
Mereka rebah di tanah merah
Kita rebahan dari harta tersisa
Di sana tengah bertarung nyawa
Di sini masih lalai tanpa perasa
Mereka sibuk angkat senjata
Kita sibuk mengejar dunia fana
Dunia ini kepalsuan semata
Dan kita pun semakin terlena
Apa arti “cukup”?
Apa arti “peduli”?
Kita menonton dunia terbakar
Semua itu seperti tak terdengar
Di sana bertarung nyawa
Di sini tertawa hampa
Mereka menggenggam hidup
Kita buang waktu sia-sia
Fana jadi tuhan
Dan kita... jadi budaknya
Di sana bertarung nyawa
Di sini berpura-pura buta
Mereka menghadapi kematian
Kita main-main dengan kehidupan
Dunia ini adalah kefanaan
Kita pun menuju kepunahan
Dan kita tertawa tanpa sadar
Di atas luka mereka yang terkapar