Wisanggeni Ksatria Api
pop rock commercial, woodwind, violin, trombone, saxophone, guitar nylon, string acoustic, piano, music tradisional javanese, orchestral, romantic, ballad
Dari kobaran api kau dilahirkan,
Wisanggeni, jiwa yang tak tertundukkan,
Anak Arjuna, darah para dewa,
Namun hidupmu tak pernah mudah.
Di antara langit dan bumi yang kelam,
Kau berdiri tegar dengan hati yang dalam,
Tak kenal takut, tak kenal gentar,
Nyala semangatmu terus berkobar.
Wisanggeni, sang pemberontak suci,
Api dalam jiwa, tak pernah mati,
Bagaikan petir di malam yang sunyi,
Kau adalah harapan di tengah tragedi.
Takdir menolak, namun kau melawan,
Keadilan kau bela dengan keberanian,
Meski sering terlupakan sejarah,
Namamu tetap membakar tanah.
Kemarahanmu adalah cinta yang tulus,
Pada tugas, kau tak sejalan lurus,
Namun keberanianmu adalah cahaya,
Bagi yang mencari arti keadilan nyata.
Wisanggeni, sang pemberontak suci,
Api dalam jiwa, tak pernah mati,
Bagaikan petir di malam yang sunyi,
Kau adalah harapan di tengah tragedi.
Kau bukan hanya anak para dewa,
Tapi manusia yang punya cinta,
Di setiap langkahmu yang membara,
Kebenaran kau bawa, tak kenal lupa.
Oh Wisanggeni, kobaran takdir,
Jiwamu melawan yang batil dan getir,
Namamu terukir di lautan api,
Sang pejuang hati, takkan pernah mati.