Verse 1:
Saat kau lewat di depanku,
Detak jantungku semakin cepat,
Tak mampu menatap matamu,
Rasanya ingin terus dekat.
Chorus:
Malu tapi suka,
Hatiku merana,
Tak mampu berkata,
Hanya bisa memandang saja.
Verse 2:
Setiap senyummu bagai sinar,
Menerangi hati yang samar,
Namun bibirku tetap bungkam,
Hanya bisa berdiam dalam malam.
Chorus:
Malu tapi suka,
Hatiku merana,
Tak mampu berkata,
Hanya bisa memandang saja.
Bridge:
Di setiap malam ku berdoa,
Semoga kau tahu rasa ini,
Yang tersembunyi dalam diamku,
Menanti saat untuk berkata.
Chorus:
Malu tapi suka,
Hatiku merana,
Tak mampu berkata,
Hanya bisa memandang saja.
Outro:
Sampai saat itu tiba,
Ku akan terus menyimpan rasa,
Malu tapi suka,
Dalam hati yang merana.