Pernah ada satu nama dalam hidupku
Yang datang seperti doa paling syahdu
Tatapnya tenang, senyumnya teduh
Segalanya terasa cukup hanya dengan dia
Tak ku cari, tak ku minta
Cinta itu hadir seperti takdir yang bicara
Tak megah, tak gemerlap
Tapi hangatnya tinggal di dada, diam-diam
Karena cinta sejati datang sekali
Tak bisa ku ulang, tak bisa ku ganti
Saat ia pergi, yang tertinggal hanya sunyi
Tak ada ruang untuk hati lain lagi
Cinta itu... hanya dia, hanya dia
Waktu berjalan, hari berganti
Orang datang menawarkan peluk dan janji
Namun jiwaku tetap berdiri
Di tempat terakhir ia memelukku pagi itu
Mereka bilang cinta bisa tumbuh lagi
Tapi mereka tak tahu rasanya
Mencintai seisi hidup hanya pada satu jiwa
Dan melihatnya pergi… tanpa membawa hatiku
Karena cinta sejati datang sekali
Tak bisa ku ulang, tak bisa ku ganti
Saat ia pergi, yang tertinggal hanya sunyi
Tak ada ruang untuk hati lain lagi
Cinta itu... hanya dia, hanya dia
(…aku masih mencintamu, dalam diam yang tak berubah…)
Karena cinta sejati bukan tentang bersama
Tapi tentang tetap ada meski tak punya
Tak akan ada cinta lain yang ku rasa
Karena hatiku… telah selesai padanya
Cinta itu... satu-satunya… dia
Jika nanti aku menutup mata
Biarlah namanya tetap tinggal di jiwa
Karena aku mencinta… hanya sekali
Dan itu... sudah cukup, untuk seumur hidupku